Mustajabnya Doa Pada Hari ARAFAH

7/29/2020 11:09:00 PTG Fara Lumière 0 Comments

MUSTAJABNYA DOA PADA HARI ARAFAH

Di dalam bulan mulia ini, terdapat satu hari yang dikatakan antara hari yang paling afdal di sisi Allah selain Jumaat iaitu hari Arafah. Hari Arafah adalah bersempena amalan berwukuf di Padang Arafah yang merupakan salah satu daripada rukun fardu bagi umat Islam yang menunaikan ibadat haji. Bagi umat Islam yang tidak mengerjakan ibadat haji, mereka dianjurkan berpuasa, berzikir dan melakukan amalan sunat pada hari tersebut sebagai mana sabda Rasulullah yang bermaksud:

"Berpuasa pada hari Arafah dinilai di sisi Allah sebagai penghapus dosa bagi setahun yang sebelumnya dan yang selepasnya."

(Hadis riwayat Muslim)


Bismillaah...

Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah (9 Dzulhijjah). Maksudnya, do’a ini paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini di pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman : Apa yang diinginkan oleh mereka ?” [HR. Muslim no. 1348].

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” [HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan]. Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan [Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33].

Apakah keutamaan do’a ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah ? Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji ?

Yang tepat, mustajabnya do’a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat. [Demikian kata Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatawanya no. 70282].

Tanda bahwasanya do’a pada hari Arafah karena dilihat dari kemuliaan hari tersebut dapat kita lihat dari sebagian salaf yang membolehkan ta’rif.

Ta’rif adalah berkumpul di masjid untuk berdo’a dan dzikir pada hari Arafah. Yang melakukan seperti ini adalah shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Imam Ahmad masih membolehkannya walau beliau sendiri tidak melakukannya.

Syaikh Sholih Al Munajjid rahimahullaah menerangkan, “Hal ini menunjukkan bahwa mereka menilai keutamaan hari Arafah tidaklah khusus bagi orang yang berhaji saja. Walau memang berkumpul-kumpul seperti ini untuk dzikir dan do’a pada hari Arafah tidaklah pernah ada dasarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu Imam Ahmad tidak melakukannya. Namun beliau beri keringanan dan tidak melarang karena ada sebagian shahabat yang melakukannya seperti Ibnu ‘Abbas dan ‘Amr bin Harits radhiyallahu ‘anhum.” [Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 70282]

Para salaf dahulu saling memperingatkan pada hari Arafah untuk sibuk dengan ibadah dan memperbanyak do’a serta tidak banyak bergaul dengan manusia.

‘Atho’ bin Abi Robbah mengatakan pada ‘Umar bin Al Warod,  “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.” [Ahwalus Salaf fil Hajj, hal. 44]

Do’a ini bagi yang wukuf dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan do’a pada hari Arafah.

Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel muslim.or.id

You Might Also Like

0 KOmen: